Aksara

Latihan Lari

Udah latihan lari lebih dari 3 tahun, tapi kok segini-gini aja performanya?

Ternyata, yang matter bukan performanya, tetapi kenikmatan berlari itu sendiri. Bisa sendirian. Tanpa musik. Lebih sehat.

Buat aku, yang paling penting, bisa menikmati suasana tenang dan menghirup udara segar. Ini trail tempat biasa aku lari di dekat tempat aku tinggal.

trail

Itu foto saat summer dan cuaca sedang bersahabat ya. Pada kenyataannya, nggak selalu seperti itu. Kalau winter atau autumn, lebih sering gloomy. Apalagi aku lebih sering lari di sore hari menjelang gelap dibanding lari di pagi hari.

Hal lain yang juga efek positif dari lari, tanpa sadar jadi terus-terusan kepengen jaga makan karena makanan mempengaruhi kenyamanan saat lari. Kalau makan terlalu banyak makanan berlemak (gorengan misalnya), terutama kalau dimakan mendekati waktu lari, akan membuat perut terasa tidak nyaman.

Karena itu, aku jadi rajin masak. Bisa irit. Apalagi buat teman-teman yang tinggal diluar Indonesia, masak jadi skill yang diperlukan banget. Kalau ngga bisa masak, jadi boros (banget). Misalnya, di Australia tempat aku tinggal, sekali makan bisa habis sekitar $18-$25 per orang. Kalau makan 2x sehari, dengan keluarga 4 orang, bisa dibayangkan pengeluarannya kan?

Club lari. Kalau mau lari ramai-ramai, bisa juga join club lari. Aku sih lebih prefer lari sendirian. Bisa process my own thoughts kalau lari sendirian. Tapi temanku ada yang lari gara-gara butuh teman. Jadi dia janjian di jam tertentu, ketemuan sama temannya untuk lari bareng. Dia lari justru untuk bersosialisasi. Kebalikan sama aku.

Intinya, dengan lari, bisa punya lebih banyak teman juga.

Apalagi ya? Mungkin segini dulu untuk sekarang. Ngga kerasa sudah jam 1 pagi disini. Lanjut lagi di posting lain ya...